Drama menangisnya Susno ini terjadi saat Mabes Polri yang diwakili langsung oleh Kapolri dan jajarannya, termasuk Susno, sedang mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2009) malam hingga Jumat (6/11/2009) dini hari. Susno paling menjadi pusat perhatian.
Hampir semua anggota Dewan mempertanyakan dugaan penyuapan Rp 10 miliar yang disangkakan kepadanya sesuai dengan rekaman yang diduga berisi upaya kriminalisasi KPK. Bahkan, perwakilan dari Fraksi PKS meminta kepada Susno untuk bersumpah jika benar-benar tidak menerima suap.
Menjawab tantangan tersebut, Susno tidak gentar. Pria berkacamata ini pun mengucapkan asma Tuhan untuk menyatakan bahwa dirinya tidak menerima uang Rp 10 miliar terkait dengan kasus Bank Century.
"Sebagai seorang muslim, lillahi taala, saya tidak pernah mendapatkan Rp 10 M dari siapa pun terkait dengan kasus Bank Century," sumpah Susno sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
Susno tampak lantang memberi pernyataan. Sedikit pun tidak ada rasa grogi dari raut mukanya. Saat hadir, dia tidak mengenakan baju seragam kebesaran Polri. Susno mengenakan jas warna abu-abu dipadu dengan dasi warna merah.
Suasana hening sangat terasa saat Susno memberikan klarifikasi. Para anggota Dewan dan kepolisian pun tampak mendengar dengan seksama penjelasan Susno.
Susno mengaku, selama menjadi 'target utama' dalam kasus yang memeras perhatian publik ini, keluarganya merasa malu. Bahkan istrinya malu untuk cuma sekadar keluar rumah lantaran suaminya diduga menerima uang Rp 10 miliar.
Sehingga, forum semalam dan dini hari tadi dijadikan Susno sebagai sarana untuk klarifikasi serta bantahan dirinya atas dugaan yang menjeratnya. Di akhir sambutan, Susno pun tak mampu membendung air matanya. Di balik matanya yang sipit, butiran-butiran air mata serta matanya yang terlihat memerah tertangkap kamera televisi yang menyiarkannya secara live.
Air mata apakah itu? Entahlah. Namun yang jelas publik mendapatkan suguhan lain dari citra yang selama ini melekat padanya.
Tak cuma menangis sedih, Susno juga menyatakan bahwa tak selamanya sesuatu yang menjadi kepercayaan dan keyakinan banyak orang adalah selalu benar. Dia mengumpamakan ribuan tahun lalu, di mana keyakinan masyarakat pada waktu itu meyakini bahwa Matahari berputar mengelilingi Bumi. Namun, belakangan, sesuai dengan fakta ilmiah, ternyata bumilah yang mengelilingi Matahari.
Kalau ditelusuri, yang Susno ceritakan adalah kisah ilmuwan legendaris Galileo Galilei yang harus menerima hukuman dari gereja lantaran bersikukuh berpendapat bahwa Bumi itu berbentuk bulat dan mengelilingi Matahari.
Jadi, 'tangisan buaya'-kah atau tangis dari hati terdalamnya yang Susno suguhkan tadi malam? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. (anw/irw)











































