BHD menjelaskan, sebutan binatang keluar dari mulut pejabat negara untuk menyebut oknum Polri yang terkait dengan rekaman penyadapan.
"Dalam suatu pernyataan di TVOne, pejabat mengatakan disebut-sebut semua itu, dengan sebutan binatang. Karena di dalamnya ada anggota-anggota saya," kata BHD dalam rapat kerja jajaran Polri dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jumat
(7/11/2009) pukul 00.00 WIB.
"Mungkin sebutan itu tidak tepat, kami ini manusia biasa. Kita ini makhluk Allah yang harus saling menghargai," kata BHD lirih.
BHD pun membacakan transkip pernyataan pejabat negara tersebut.
"Dianggap kayak bintang itu, pejabat-pejabat kita bisa diatur dan dibeli cukong kaya itu..bla..bla..menjijikkan, dibiayai dan lain-lain, ini pernyataan," ucap BHD merujuk transkip.
BHD mengaku miris mendengar sebutan binatang yang ditujukan untuk korps nya itu. "64 Tahun senior-senior kami membangun Polri. Kami mendapatkan amanah sedang melakukan perubahan di tubuh Polri. 2010 tidak ada lagi polisi aneh-aneh," ucap BHD.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Panda Nababan menyoroti secara khusus pernyataan kapolri yang merasa terhina tersebut.
"Ini tragedi, Republik Indonesia kapolrinya menjerit," kata Panda. (lrn/her)











































