"Tiap bulan selalu kena rob. Tanggul ditinggikan selalu jebol," kata Suherman (36) salah satu warga RT 3/7, Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (5/11/2009).
Tiap bulan mati atau bulan purnama, air menerjang rumah warga. Ketinggian air bervariasi dari 30 hingga 70 cm. Warga yang sudah hapal dengan karakter tersebut langsung memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi. Sementara aktivitas warga seperti memasak, mencuci dan kegiatan harian lain dilakukan di tengah rob.
"Pokoknya asal nggak ada ombak aja. Kalau ada ombak, rumah kita bisa roboh,"imbuhnya.
Selain perkampungan di rukun tetangga tersebut, salah satu SD tak luput terkena rob. Akses masuk SDN Marunda 02 dikepung rob. Sehingga siswa harus menenteng sepatu dan tas belajar saat pulang sekolah.
"Kalau ganti musim itu yang paling parah. Bisa sampai masuk ke kelas dan mengganggu aktivitas belajar mengajar," ucap Slamet, salah satu staf pengajar di SD tersebut.
(Ari/nik)











































