Kaum ibu yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berunjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar (5/11/2009).
Mereka menilai tindakan Polri itu sebagai bentuk ketidak-adilan dan ketimpangan hukum. Mereka menuntut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri bertanggungjawab.
"Ini membuktikan mafia peradilan betul-betul nyata di negeri ini," tegas Koordinator Advokasi SRMI, Daeng Baji, dalam orasinya.
Baji menambahkan, fakta ini juga bertentangan dengan janji Presiden SBY saat kampanye di pemilu lalu. Saat itu SBY mengatakan akan membasmi para koruptor.
"Masak maling ayam bisa digebuki sampai mati, tapi koruptor seenaknya bebas menyuap pejabat. Negeri macam apa ini?" ujar Daeng Baji.
Dalam aksinya, para wanita ini memakai pakaian hitam-hitam. Mereka juga mengikat kepala dengan pita hitam. Hal ini sebagai lambang berkabung atas matinya hukum di Indonesia.
(mna/djo)











































