"Bali adalah destinasi pariwisata dunia dan strategis bagi ekonomi nasional. Kalau terlambat, dampaknya bisa sampai kemana-mana," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PPLP)
Depkes, Tjandra Yoga Aditama.
Tjandra menyatakannya dalam peringatan Hari Rabies Se-Dunia di
Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (4/11/2009).
Tjandra mengatakan, wabah rabies di Bali sudah tergolong parah. "Bahkan, Bali telah ditetapkan sebagai KLB Rabies," katanya.
Menurutnya, penyebaran rabies di Bali juga tergolong cepat. Rabies di Bali telah menyebar ke enam daerah, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem. Tercatat, 14.264 kasus adalah karena gigitan anjing. 15 warga meninggal.
Upaya mempercepat Bali bebas rabies dengan mendirikan Rabies Center yang menyediakan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia di enam wilayah di Bali. Depkes bekerjasama dengan WHO melatihย petugas medis rumah sakit, Puskesmas maupun klinik swasta.
Untuk mengatasi rabies, Pemrov Bali juga melakukan eliminasi atau pemusnahan anjing. Tercatat 26.705 ekor anjing dari total populasi anjing di Bali sebanyak 408.673 ekor telah dimusnahkan.
(amd/amd)











































