Tindakan Kriminal Kenai Calhaj Indonesia

Laporan dari Makkah

Tindakan Kriminal Kenai Calhaj Indonesia

- detikNews
Kamis, 05 Nov 2009 01:56 WIB
Tindakan Kriminal Kenai Calhaj Indonesia
Jakarta - Tindakan kriminal memang dapat terjadi di mana saja, termasuk di tempat suci, masjidil haram. Kebanyakan calon haji (calhoj) yang mengalami tindakan kriminalitas adalah orang-orang yang berusia lanjut.

"Umumnya jamaah yang menjadi korban penipuan dan perampasan telah berusia lanjut sehingga mudah dikelabui. Parahnya, aksi penipuan dan perampasan dilakukan oleh mukimin," kata Ketua Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan PPIH Daker Makkah, Ali Saifudin di depan Gerbang Babu Salam Masjidil Haram, Makkah, Rabu (4/11/2009).

Pelaku biasanya menawarkan jasa untuk menolong jamaah yang akan melakukan Tawaf, Sai dan mencium Hajar Aswad.

Jamaah perempuan, Saisah Tamiami Adnan binti Tjarsa (70) asal Pekalongan, Jawa Tengah mengaku lemas ketika uangnya hilang. Ia pun melaporkan uangnya yang hilang sebesar 1.400 Riyal Saudi (Rp 3,5 Juta).

Awalnya, aku Saisah ia diberikan jasa menawarkan jasa mengantar ke tempat wudhu. Mulanya ia ragu, tapi terus diyakinkan orang itu, akhirnya Saisah menurut juga.

Begitu sampai eskalator, orang tak dikenal itu mengatakan Saisah tidak boleh membawa tasnya ke dalam tempat wudhu. Saisah lalu
disuruh jalan, namun tak beberapa lama dia menengok ke belakang orang itu sudah kabur. Saisah pun panik dan lapor polisi (askar) di Masjidil Haram, yang kemudian dibawa ke petugas Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan.

Juwan Parta bin Parta juga mengalami hal yang sama. Seusai tawaf, Juwan terpisah dari rombongannya saat akan melakukan sa'i. Dia langsung didatangi dua laki-laki yang berbahasa Indonesia dan menawarkan bantuan.

Saat ditanya ini itu soal indentitasnya, Juwan kemudian membuka tas
paspornya mencari-cari identitas yang dimaksud. Saat itulah pelaku merampas uang yang terdapat dalam tas Juwan sebesar 630 Riyal Saudi (Rp 1,6 juta) dan uang rupiah senilai Rp 2,5 juta.

Korban perampasan lainya menimpa, Junarto jamaah dari Kloter 4 Banten. Ia dikerjai 'calo' Hajar Aswad. 'Calo' tersebut membujuknya untuk membantunya mencium batu hitam dipojokan Ka'bah itu. Junarto pun meminta imbalan sebesar 4.000 Riyal Saudi (Rp 10 juta). Karena mengaku tidak memiliki uang, si calo pun memaksa agar dirinya membayar dengan uang seadanya.

Ketika sedang merogoh kantongnya itu, para calo itu langsung merampas uang senilai 100 Riyal Saudi.

Sementara itu, beda lagi tindakan kriminal yang dialami Lulu Nurhayati (40), jemaah asal Kloter 3 Surabaya. Ia mengalami pelecehan seksual pada Selasa (3/11) malam saat melakukan ibadah umroh.

"Saat korban tengah sa’i, (maaf) bokongnya dipegang oleh laki-laki Arab, korban sudah berusaha bergeser menghindar namun pelaku nekad mengulang perbuatannya," ungkap Ali lagi.

Korban kemudian berteriak memanggil suaminya yang berada di barisan depan. Setelah sempat bersitegang, akhirnya pelaku diringkus petugas keamanan Arab Saudi yang tengah bertugas di lokasi kejadian. (amd/amd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads