(Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus 5 pelaku perampokan yang beraksi
di lintas provinsi. Dalam aksinya, kawanan perampok ini kerap menodong
korbannya dengan senjata api untuk menakut-nakuti.
"Keenam pelaku menggunakan senjata api untuk menakuti korban, tapi tidak
melukai korban. Perampok lintas provinsi ini bisa beraksi di Sumatera dan
Jawa," kata Kepala Unit I Jatanras Ditreskrimum Polda Metro, Kompol Jarius
Saragih kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Rabu
(4/11/2009).
Kelima pelaku yakni Manogari Nainggolan alias Manuk (33), Gordon Siagian
(46), Shander Nainggolan alias Bosi (36), Nopian Stevanus alias Yopi (33)
dan Olang Manulang (33). Kelimanya ditangkap di sebuah hotel di kawasan
Subang, Jawa Barat pada Rabu (4/11) pagi.
"Kelompok ini merupakan pemain lama," jelas Jarius.
Terakhir, kawanan ini merampok di sebuah rumah di Jl Pantai Sanur RT 007 RW
010 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada
Senin 26 Oktober lalu. Sejumlah perhiasan senilai Rp 57 juta berhasil
digasak pelaku di rumah korban.
Dari keterangan pelaku, mereka melakukan perampokan sedikitnya 3 kali setahun terakhir ini. Pada Juni 2009, sejumlah perhiasan dan telepon genggam dirampok di sebuah rumah di Bandung, Jawa Barat.
"Pada 1 Oktober 2009, pelaku merampok di kawasan Pamulang, Jaksel dengan
hasil rampokan berupa perhiasan dan telepon genggam senilai Rp 27 juta,"
ungkap Jarius.
Sebelum melakukan aksinya, kelompok ini melakukan survei ke rumah-rumah yang dijadikan sasaran. Di saat yang tepat, pelaku kemudian memasuki rumah korban dengan cara mencongkel pintu dengan obeng, linggis dan golok. Bila di dalam rumah ternyata ada orang, korban mengancam akan membunuh korban dengan menodongkan senjata api ke arah korban.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti alat kejahatan di antaranya 1 pucuk senjata api revolver jenis colt serta 6 butir peluru, 2 pistol mainan, gunting, 2 clurit, 2 golok. "Kapten komplotan, Purba belum tertangkap (DPO)," tuturnya.
Bagi Hasil di Hotel
Setelah berhasil melakukan perampokan, kelompok ini kemudian membagi-bagi hasilnya. Pembagian dilakukan di sebuah hotel di kawasan Subang, Jawa Barat.
"bagi hasil di hotel itu," katanya.
Bahkan sebelum melakukan aksinya, kelompok ini berkoordinasi di hotel
tersebut. Sejumlah permasalahan teknis hingga strategi, disusun secara
tersembunyi di hotel.
"Sebelum melakukan perampokan tersebut dilakukan sebelumnya sudah
direncanakan terlebih dahulu di Subang, Jabar dan pergi ke Jakarta kemudian
keliling Jakarta untuk mencari lokasi yang dijadikan target," pungkasnya.
(mei/anw)











































