Dikatakan Ndesandjo, dirinya menulis novel "Nairobi to Shenzhen" setelah serangkaian peristiwa luar biasa termasuk terpilihnya Obama menjadi Presiden AS, membuatnya bisa melupakan kesedihan masa lalunya. Ndesandjo pernah tinggal di Kota Shenzhen, China selatan selama 7 tahun.
"Ayah saya memukuli saya. Dia memukuli ibu saya," kata Ndesandjo pada konferensi pers yang dipimpin American Chamber of Commerce di China Selatan dan dihadiri perwakilan Konsul Jenderal AS di Guangzhou.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak bisa mengingat satu pun hal-hal baik mengenai ayah saya," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/11/2009).
Dalam konferensi pers itu, Ndesandjo juga mengungkapkan kekagumannya pada Obama. "Saya sangat bangga dengan saudara saya Barack. Itu mengusir kesedihan yang saya rasakan bertahun-tahun," katanya.
Mendiang ayah kandung Obama yang berkebangsaan Kenya dan ibunya yang warga AS, bercerai ketika Obama baru berumur dua tahun.
Ndesandjo merupakan putra dari mendiang ayah kandung Obama dengan istri ketiganya, Ruth Nidesand. Lulusan universitas Stanford dan Brown itu, saat ini mengelola badan konsultasi bisnis di Shenzhen yang membantu menghubungkan para eksportir China dengan para pembeli AS.
(ita/iy)











































