Kepergian mereka difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional. Selain 27 orang itu, ikut pergi pula 3 orang pendamping dari Dikti.
Dari salinan surat Dikti yang ditujukan kepada Dubes RI untuk Belanda yang diterima detikcom, Selasa (3/10/2009), agenda ke Belanda itu sebenarnya dijadwalkan tanggal 24-30 Oktober 2009. Namun informasi yang diperoleh detikcom, acara tersebut diundur hingga 9-15 November karena kendala visa dan terjadinya gempa Sumbar.
Selama 7 hari di Belanda, banyak agenda yang dijadwalkan akan dilakukan delegasi BEM SI. Hari pertama adalah pembekalan oleh Dubes RI di Belanda dan pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia di Belanda.
Hari kedua dilakukan studi banding ke Wageningen University and Research Center dan Radbound University Nejmegen. Hari berikutnya akan diisi dengan kunjungan ke University of Twente dan University of Groningen.
Dalam kunjungan studi banding itu para delegasi menargetkan berbagai hal sebagai topik bahasan. Topik itu antara lain hal-hal umum yang berkaitan dengan kehidupan kemahasiswaan, kepemimpinan dan organisasi kemahasiswaan, minta dan bakat, kesejahteraan mahasiswa, kewirausahaan mahasiswa, dan lain-lain.
Di hari keenam, para delegasi ini rupanya belum memiliki agenda jelas. Maka dalam surat itu hanya ditulis 'akan ditentukan kemudian.' Kunjungan selama 7 hari itu akan ditutup dengan perjalanan wisata ke Den Haag.
(sho/asy)











































