"Mereka sering dibohongi dan dijitak," ujar teman semasa kecil Anggoro dan Anggodo, Naksabandi (62), kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jalan Karet - Bibis III/4, Rabu (4/11/2009). Rumah Naksabandi di belakang rumah Anggodo. Rumah Anggodo terlihat kusam, kuno dan tidak terawat.
Di kalangan warga Jalan Karet atau yang dulu dikenal dengan nama Jalan Pecinan Kulon, Anggoro dan Anggodo dikenal sebagai anak orang kaya. Orangtua dua bersaudara itu, Ang Khe Hwa (Angka Widjojo), merupakan pengusaha plat besi dan mempunyai toko di kawasan itu. Anggoro lebih sering dipanggil dengan nama Tionghoanya, Tjoe Hong, sementara Anggodo, Tjoe Nie (baca: Cu Nek) atau Cungek menurut lidah teman-temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi sekarang semua rumah itu sudah dijual dan berganti pemilik," ujar ketua
RT 2 sekaligus ketua RW 2, Anas Fasich. (fat/nrl)











































