"Saya tidak tahu, karena kalau ketemu almarhum tidak pernah menggunakan HP," kata istri pertama Nasrudin, Sri Martuti, dalam sidang dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Selasa (3/11/2009).
Hal itu dikatakan Sri ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) apa merk HP yang sehari-hari digunakan suaminya ketika masih hidup. Namun, dia dapat mengingat dengan jelas nomor HP suaminya 0811978245.
Sri mengatakan, setahu dia nomor HP Nasrudin hanya itu. Nomor itu pula lah yang digunakan Nasrudin untuk menghubungi dia dan anaknya.
Ditanya mengenai istri kedua Nasrudin, Irawati Arinda, Sri menjawab mengenal. Tapi dengan Rhani? "Saya baru tahu ketika muncul di media," aku Sri.
Meski sudah berpisah selama 9 tahun, Sri mengatakan Nasrudin masih sering
berkunjung ke rumahnya. Pertemuan terakhirnya dengan Nasrudin terjadi pada 9 Maret 2009 malam, lima hari sebelum suaminya itu tertembak usai bermain golf di Modern Land, Tangerang, Banten.
"Waktu itu dia bercerita tidak jadi diangkat sebagai Deputi Direktur ESDM dan Umum di PT RNI karena ada pergantian menteri. Dia cerita minta tolong kepada Antasari agar mendapat jabatan itu," jelas dia.
"Apakah saksi tahu kalau malam itu Rhani mengajak makan malam Nasrudin?" tanya penasehat hukum Antasari, Denny Kailimang.
"Saya tidak tahu, yang jelas malam itu berkenaan dengan libur nasional, dia ada di rumah," tutur perempuan berusian 44 tahun itu.
Pada saat bertemu itu, Sri mengatakan, Nasrudin bercerita mendapatkan komisi sebesar Rp 1,5 miliar. Suaminya juga menjanjikan akan memberi Rp 500 juta untuk keperluan anaknya. Namun sampai Nasrudin meninggal, uang itu belum diserahkan.
"Saya juga tidak pernah menanyakannya lagi," kata Sri.
(irw/sho)











































