"Jangan diragukan dulu. Beri kesempatan TPF bekerja dan beri kesempatan mereka bekerja untuk memberi rekomendasi ke presiden," ujar Hayono kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
Hayono yakin tim yang dipimpin Adnan Buyung Nasution ini bisa bekerja maksimal sesuai amanat Presiden SBY untuk membuat terang kasus yang melibatkan KPK dan Polri ini. Karena itu, menurut Hayono, perlu diberikan kepercayaan kepada TPF untuk menjalankan tugasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayono mengemukakan alasan kenapa TPF tak perlu diragukan kinerjanya. Menurutnya, ada sejumlah pakar hukum di tim itu seperti Denny Indrayana, Hikmahanto Juwana, dan juga Adnan Buyung Nasution. Dia yakin personel TPF mampu memberikan hasil yang terbaik.
Hayono menilai pembentukan TPF adalah langkah tepat yang diambil Presiden SBY untuk tidak mencampuri urusan penegakan hukum. Dengan pembentukan TPF, SBY tidak mencampuri urusan penegakan hukum, namun tetap memberikan perhatian yang khusus terhadap aspirasi masyarakat terkait kasus ini.
"Presiden sudah tepat tidak mencampuri urusan hukum, tapi dia memberi perhatian khusus terhadap aspirasi publik misalnya facebookers yang ramai," katanya.
Hayono juga meminta pihak-pihak aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan bersikap kooperatif dan menghormati kerja TPF. Hal ini penting karena TPF dibentuk oleh presiden.
"Karena dibentuk presiden maka harus dihormati oleh polri dan kjaksaan agar mereka juga bisa bersikap kooperatif," harapnya.
(Rez/yid)











































