Listrik di Jakarta-Tangerang Diperkirakan Normal 19.00 WIB

Listrik di Jakarta-Tangerang Diperkirakan Normal 19.00 WIB

- detikNews
Selasa, 03 Nov 2009 15:20 WIB
Listrik di Jakarta-Tangerang Diperkirakan Normal 19.00 WIB
Jakarta - PLN masih melakukan perbaikan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang yang gagal beroperasi. Akibatnya listrik di sebagian Jakarta dan Tangerang hinga kini mati. Diperkirakan perbaikan ini selesai sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kita masih terus melakukan perbaikan, mudah-mudahan sekitar pukul 19.00 WIB bisa selesai," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya- Tangerang Purnomo Willy kepada detikcom, Selasa (3/11/2009).

Purnomo menjelaskan pada pagi hari listrik memang sempat normal kembali. Namun sekitar pukul 05.30 WIB penggunaan listrik mulai naik. "Menjelang siang pemakaian listrik mulai tinggi sehingga tidak kuat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemadaman listrik ini telah membuat warga kesulitan melakukan aktivitasnya. Banyak warga mengeluhkan pelayanan dari PLN.

"PLN sungguh tidak profesional, listrik padam di Cengkareng dari semalam tanpa ada pemberitahuan apa pun. Telepon pengaduan sama sekali tidak diangkat. Mana tanggung jawabmu, PLN?" keluh Wijaja salah seorang pembaca detikcom melalui fasilitas Info Anda, Selasa (3/11/2009).

Keluhan yang sama datang dari Andre, warga Cengkareng, Jakarta Barat. Menurutnya peralatan listriknya drop karena listrik yang tidak stabil.

"Cengkareng mati lampu lagi. Ini sudah mati lampu yang ketiga kalinya sejak kemarin pukul 22.00 WIB. Peralatan listrik saya drop karena volt tidak stabil. Bagaimana tanggung jawab PLN? Padahal kami selalu rutin bayar listrik tepat waktu," katanya.

Ifa, warga Bintaro, Tangerang, juga mengeluhkan hal serupa. "Tadi pagi listrik menyala pukul 8 pagi setelah mati sejak semalam. Lalu mati lagi pukul 12.00-an hingga sekarang," ujarnya."Di wilayah Ciganjur dan Cipedak Jaks serta Tanah Baru Depok mengalami mati lampu semenjak tadi malam. Kira-kira sampai kapan ya?" ujar pembaca detikcom, Sefry. (nal/nrl)


Berita Terkait