Salah satu jamaah calon haji yang dirujuk ke RS An-Nur, Makkah adalah Hasan Abdullah (72) asal dari Kloter 1 Batam.
"Beliau menderita sakit jantung. Tadi malam diantar ke sini, tapi karena perlu peralatan jantung dan obat yang harus langsung diberikan, maka kita rujuk ke rumah sakit, karena kita tidak ada alatnya," kata Kepala Seksi BPHI, dr Anita Sp PD, kepada wartawan MCH di markas BPHI Jl Ash-Sheikh Hasan Mashat, Kholidiyah, Makkah, Senin (2/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anita menyarankan kepada para jamaah untuk tidak terlalu memaksakan dalam melakukan ibadah. "Rata-rata kan umurnya sudah sepuh, jadi terlalu dipaksakan untuk salat lima waktu ke Masjidil Haram, bisa di pondokan sisanya," jelasnya.
Sebagian besar penyakit yang diderita jamaah seperti jantung dan hipertensi. Sementara yang ditangani tim kesehatan sektor seperti dehidrasi dan kelelahan.
Terkait jamaah yang menderita stres, depresi dan gangguan jiwa lainya. Anita mengaku, sampai saat ini BPHI di Makkah belum ada. "Tapi di Madinah memang ada, dan nanti akan dievakuasi ke sini, sekarang belum ada," akunya.
Untuk mengantisipasi gangguan jiwa, Anita mengimbau, jamaah jangan terlalu
mengingat-ingat kesalahan di tanah air. "Sebaiknya kita lillahi taalla aja, pasrah, banyak minum," imbuhnya.
Dari data BPHI ada 2 jamaah yang sakit, di Sektor 10 ada 2 jamaah yang sakit dan Sektor 6 ada 2 jamaah juga yang sakit. "Di sini ada 8 orang yang dirawat jalan, 4 di antaranya petugas," kata dokter Sektor 10, dr Fadhlina Izmi yang ditemui Jl Jabal Al Kaabah, Jarwal, Makkah.
Namun, lanjut Fadhlina, jamaah yang saat ini ditangani tinggal satu orang, yaitu Ny Nurliah Hasibuan binti Khalifa asal Kloter 1 Medan. Para jamaah dan petugas yang sakit akibat hipertensi ringan.
(zal/anw)











































