Penjelasan Kapolri, Pertanyaan Kritis, dan Bukti yang Dipertanyakan

Kasus Bibit-Chandra

Penjelasan Kapolri, Pertanyaan Kritis, dan Bukti yang Dipertanyakan

- detikNews
Senin, 02 Nov 2009 18:33 WIB
Penjelasan Kapolri, Pertanyaan Kritis, dan Bukti yang Dipertanyakan
Jakarta - Pertemuan di lantai gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, antara Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan para pemimpin redaksi (pimred) berlangsung serius tapi santai. Kapolri beserta jajarannya berusaha menjelaskan detil kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Kapolri pun berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis.

Forum silaturahmi yang difasilitasi Menkominfo ini berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga 16.15 WIB, Senin (2/11/2009). Pertemuan yang diiringi beberapa kali canda, tepuk tangan, dan diakhiri dengan pantun itu bukan dalam rangka mengkondisikan para pimred terkait pemberitaan penahanan Polri terhadap dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit dan Chandra.

"Ini forum silaturahim. Jadi, saya harap nanti akan ada terus pertemuan secara berkala. Kebetulan, hari ini hidangan yang saya sajikan adalah kasus Bibit-Chandra, karena ini yang ramai akhir-akhir ini. Karena itu, saya hadirkan Kapolri di sini. Jadi bukan untuk mempengaruhi media," kata Menkominfo saat membuka pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat ada sindiran dari Menkominfo karena para pimred mengenakan pita hitam di lengannya. "Pakai lengan hitam semua, mau demo ya," ujar Menkominfo sambil bercanda.

Menkominfo yang bertindak sebagai moderator mengawali silaturahim tersebut dengan memberikan kesempatan kepada para pimred untuk bertanya lebih dulu. Setelah itu, Kapolri baru menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan.

Kesempatan pertama, Menkominfo membuka lima pertanyaan. Pemred Grup Tempo Bambang Harymurti mengawali kesempatan itu dengan membacakan pernyataan keprihatinan terkait penahanan Bibit-Chandra dan menyerahkan daftar para pimred yang menjamin penangguhan penahanan bagi Bibit dan Chandra. Dukungan untuk Bibit-Chandra itu pun diterima oleh Kapolri.

Setelah itu, sejumlah pertanyaan kritis pun diajukan. Antara lain, Kapolri ditanya tentang alasan yang kurang masuk akal dalam membawa Bibit dan Chandra dalam kasus hukum, karena bukti-bukti sangat lemah. Juga ada pertanyaan mengenai keterangan Ari Muladi yang jadi dasar bagi Polri untuk menjerat Bibit dan Chandra, meski Ari Muladi sudah mengoreksi keterangan itu. Juga ada pertanyaan kekurangjelian Polri yang terkesan terburu-buru dalam menahan Bibit-Chandra, sehingga berita mengenai National Summit yang digelar pemerintah tenggelam.

Terhadap pertanyaan itu, Kapolri pun memberikan jawaban. Dengan tenang, Kapolri menyampaikan keterangan yang tidak jauh beda saat jumpa pers tentang kasus ini pada Jumat (30/10/2009) lalu. Berharap penjelasan lebih rinci, Kapolri pun meminta kepada salah seorang direktur untuk menjelaskan secara detil bagaimana kasus Bibit-Chandra ini disidik, kemudian diserahkan ke kejaksaan.

Namun, Kapolri meminta penjelasan detil mengenai alur penyidikan kasus Bibit-Chandra itu off the record, alias tak boleh dipublikasikan. Direktur itu pun menyampaikan proses penyidikan dari awal hingga akhir. Bila dibandingkan dengan penjelasan Kapolri Jumat lalu, penjelasan kali ini, memang ada tambahan sedikit. Namun, penjelasan ini masih dinilai olah para pimred belum memuaskan. Berbagai kejanggalan masih dirasakan.

Hal ini terlihat saat dibuka sesi kedua bagi para pimred untuk menyampaikan pertanyaan kembali. Ternyata masih banyak pertanyaan yang diajukan kepada Kapolri. Antara lain, pertanyaan awal mula kasus ini disidik dikaitkan dengan kabar tersadapnya telepon genggam Komjen Pol Susno Duadji dalam kasus pencairan dana Bank Century untuk nasabah Budi Sampoerno. Juga ada pertanyaan mengenai testimoni dan laporan Antasari Azhar yang menjadi dasar penting bagi penyidikan Polri, padahal saat itu Antasari sangat terbebani dengan kasus yang melilitnya: pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Seorang pimred juga menanyakan tentang gamblangnya adanya ketidakadilan yang dilakukan Polri, karena terlalu mengeluarkan banyak energi dalam menyidik kasus penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK. Ada juga pertanyaan blak-blakan mengapa Kapolri terkesan membela habis-habisan Susno Duadji. Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Kapolri pun mencoba memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan itu dengan sabar, tanpa meledak-ledak. Atas jawaban-jawaban Kapolri itu, sebenarnya masih banyak hal yang perlu dipersoalkan kembali. Namun, karena waktu yang terbatas, forum ini harus diakhiri pukul 16.15 WIB.

Menkominfo memandang baik silaturahim ini, karena pimred bisa mendapat penjelasan Kapolri yang lebih detil tentang kasus Bibit-Chandra yang mengemuka. Pertemuan pun diakhiri dengan sebuah pantun dari Menkominfo. "Mbak Uni sedang mengunyah sirih, kita akhiri dan terima kasih," kata Tifatul yang memang sering berpantun itu. (asy/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini