"Polisi sedang main poco-poco, ganti-ganti pasal mulu," cetus Direktur LIMA, Ray Rangkuti.
Ray mengatakan itu saat berorasi bersama puluhan masyarakat Komite Penyelamat Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (2/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang tiba sejak pukul 11.00 WIB menjanjikan akan menjaga KPK dari gangguan koruptor. Mereka juga akan berada di barisan paling depan seandainya polisi berniat menyita rekaman penyadapan KPK.
"Tempat ini terlarang untuk mereka, tidak untuk polisi, tidak untuk kejaksaan tidak juga untuk presiden," pekik orator yang lain.
Massa membawa spanduk yang bertulisankan 'Polisi, Jaksa dan SBY Dilarang Masuk'. Beberapa di antara mereka membawa poster 'Tangkap Anggodo dan Anggoro' dan 'SBY Lama-lama Kaya Soeharto'.
(mok/asy)











































