Saat dibawa keluar kamar Ruang Kunthi dengan kereta dorong, Dwi berurai air mata. Sementara suaminya terlihat lebih tegar.
"Saya masih trauma. Saya sangat sedih," kata Dwi sambil menyeka air mata.
"Saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Saya serahkan kepada kuasa hukum," lanjut Dwi terbata-bata.
Setelah menyelesaikan urusan administrasi, suami istri meninggalkan RS sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (2/11/2009). Mereka diangkut dengan mobil RSUD bernopol H 9526 LG.
Tak ada pejabat RSUD Semarang yang melepas kepergian Yahron dan Dwi. Hanya beberapa bidan dan petugas yang terlihat sibuk membantu menata barang.
(try/djo)











































