"Kami Gerakan Mahasiswa sayangkan penahanan itu. Semestinya Polri tidak perlu emosional seolah berhadap-hadapan dalam hal ini dengan lembaga lain. Langkah mereka yang misteri ini kesannya ada konflik kepentingan, dan ini membahayakan proses hukum," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Arip Musthopa dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Minggu (1/11/2009).
Arif mengatakan, penahanan Bibit dan Chandra yang terkesan dadakan ini semakin menegaskan Polri tidak bersikap netral dan tidak objektif dalam menangani perkara. Sementara, pihak yang jelas-jelas melakukan pelanggaran hukum, yakni Anggoro Widjojo malah tidak ditangkap.
Menurutnya, setelah terungkapnya rekaman rekayasa kriminalisasi KPK, Polri sepertinya ketakutan. Penahanan itu semakin memperlihatkan kecenderungan tindakan yang dilakukan Polri selama ini tidak dibenarkan oleh pihak lainnya baik publik maupun Mahkamah Konstitusi.
"Penahanan ini profesionalitas Polisi semakin dipertanyakan. Sebab ini kan sangat berdekatan dengan putusan MK. Begitu ada putusan langsung menahan. Apa mereka ketakutan?," kata Arif.
Arif mengatakan, Gerakan Mahasiswa benar-benar memperhatikan kasus ini. Sejumlah elemen gerakan, malam ini akan mengkonsolidasikan diri untuk mengadakan aksi yang rencananya akan berlangsung besok.
"Kalau memang harus turun ke jalan, kita akan turun ke jalan bersama-sama lagi. Ini harus disikapi," tandasnya (Rez/rdf)










































