"Seluruh persiapan untuk pergerakan jamaah haji dari Madinah ke Mekkah telah
dilakukan. Termasuk sistem monitoring dan pengendalian terhadap perjalanan bus tersebut sampai di Makkah," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Cepi Supriatna, kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji di Madinah, Sabtu (31/10/2009).
Menurut Cepi, setiap ketua kloter dan ketua rombongan yang akan berangkat menuju Makkah akan diberi nomor telepon penting yang dapat dihubungi jika terdapat gangguan dalam perjalanan. "Kita juga menempatkan pos petugas di Bir Ali, tempat miqot jemaah haji," ujarnya.
Perusahaan bus yang disewa untuk mengangkut jemaah haji, lanjut Cepi, akan
menempatkan bus-bus cadangan di sepanjang jalan Madinah-Mekkah. "Jika terdapat gangguan pada bus, maka jemaah tidak menunggu terlalu lama, karena bus-bus cadangan dari lokasi terdekat yang akan mengangkut mereka," jelasnya.
Cepi menambahkan, dalam pertemuan dengan ketua kloter dan ketua rombongan
(Karom) jemaah haji yang akan menuju Mekkah, telah disampaikan berbagai masalah teknis dan aturan yang perlu mendapatkan perhatian. "Kita juga menghadir muasasah yang menyediakan jasa layanan bus umtuk memberikan info-info penting kepada mereka," ujarnya lagi.
Menyangkut adanya kebijakan Kementerian Haji Arab Saudi, terhadap larangan
pemberangkatan jemaah haji dari pondokan setelah pukul 21.00 WAS, Cepi
mengatakan akan mematuhi ketentuan tersebut dan berupaya maksimal untuk tidak terjadi pelanggaran.
"Kita minta petugas-petugas di lapangan melakukan pengorganisasian pemberangkatan jemaah dengan baik," ucapnya.
Dari data yang diperoleh, jadwal pemberangkatan jamaah calhaj Indonesia besok sekitar sembilan kloter yang berasal dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Aceh, Surabaya, Medan, Solo, Balikpapan, Banjarmasin dan Batam. Selebihnya akan diberangkat ba'da Sholat Dzuhur, Asar dan Isa. Semua rombongan dan kloter jamaah akan mulai berihrom di tempat miqot di Bir Ali, sekitar 10 kilometer dari Madinah.
(zal/mad)











































