Walhi Riau: Penahanan Bibit & Chandra Buat Pelaku Illegal Logging Bersorak

Walhi Riau: Penahanan Bibit & Chandra Buat Pelaku Illegal Logging Bersorak

- detikNews
Sabtu, 31 Okt 2009 09:24 WIB
 Walhi Riau: Penahanan Bibit & Chandra Buat Pelaku Illegal Logging Bersorak
Jakarta - Penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dinilai akan membuat pelaku korupsi illegal logging besorak. Walhi Riau masih lebih percaya KPK ketimbang Polri dalam mengusut illegal logging.

"Kami kecewa atas penahanan itu. Namun kita percayakan dulu kasus KPK ini pada proses hukum yang masih berjalan. Namun perlu diketahu, kami meyakini penahanan dua anggota KPK itu membuat pelaku illegal logging terutama di Riau pasti bersorak," kata Direktur Walhi Riau, Heriansyah dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (31/10/2009) di Pekanbaru.

Menurut Heriansyah sejak berdirinya KPK, aktivtis lingkungan lebih banyak berharap kepada KPK dalam memberantas kasus korupsi illegal logging. Korupsi bidang kehutanan juga sudah mengakar dimana-mana dan melibatkan pengusaha, pejabat dan aparat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami lebih banyak menggantungkan harapan pemberantasan illegal logging kepada KPK ketimbang Polri. Dalam catatan kami, belum pernah ada Polri menangani kasus illegal logging seperti yang dilakukan KPK. Kami lebih percaya kepada KPK ketimbang polisi," kata Kaka, begitu sapaan akrab Heriansyah.

Kaka menilai, penahanan pimpinan KPK non aktif itu, secara psikologis juga mempengaruhi kinerja KPK. Ini bisa dirasakan, para pejabat di Riau yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka illegal logging sampai saat ini belum ditahan. Mereka adalah, Asral Rahman, mantan Kadis Kehutanan Riau, Bupati Kampar Buhanuddin dan Bupati Siak Arwin AS.

"Sudah lebih 2 tahun sebagai tersangka, tapi KPK tidak berani menahannya. Sekarang kami berharap dengan adanya pimpinan KPK yang baru, mereka bisa menunjukkan kinerjanya kembali dan segera menangkap pejabat pelaku illegal logging di Riau. Kiranya penahanan Bibit dan Candra tidak membuat KPK menjadi macan ompong. Kami yakin KPK bisa membereskan PR-nya di Riau," kata Kaka.

Satu sisi sendiri, Walhi sangat kecewa dengan kinerja pihak kepolisian bidang penegakan hukum lingkungan. Sejauh ini berbagai kasus illegal logging di Riau tidak pernah tuntas pengusutannya.

"Makanya kita berharap penuh pada KPK dalam mengungkap kejahatan bidang kehutanan. KPK harus percaya diri untuk menunjukan kemampuannya mengusut korupsi kehutanan walau dua anggota mereka sekarang ditahan Polri. Kami masih yakin, KPK masih jauh lebih baik dibanding penyidik lainnya," kata Kaka.

Memang saat ini dengan penahanan anggota KPK itu, kata Kaka, para pelaku illegal logging seakan bertepuk tangan. Namun demikian, Walhi yakin cepat atau lambat para pelaku illegal logging yang melibatkan pejabat bisa segara ditangkap KPK.

"Bukan tidak mungkin maling kayu itu kegirangan atas penahanan itu. Tapi kami juga yakin, KPK tetap tegar dan mampu memberantas mereka dan harapan itu hanyaย  ada di KPK bukan ke penyidik lainnya," tutur Kaka.

(cha/lrn)


Berita Terkait