"Tahun 2010 sudah ditetapkan. Sekarang yang penting penggunaan kredit ekspor. Saya kira untuk alokasi yang 5 tahun itu bisa mencapai 50 persen," ujar Purnomo di sela-sela pertemuan acara Nasional Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2009).
Untuk 100 hari ke depan, menurut Purnomo, Dephan telah mempersiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dalam program tersebut, selain masalah Alutsista, masalah kesejahteraan prajurit juga menjadi fokus perhatian program, terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan.
"Kita akan membahas dengan menteri keuangan untuk kesejahteraan prajurit yang bertugas di perbatasan dan yang bertugas secara umum. Jadi ada perlakuan khusus untuk prajurit di wilayah perbatasan. Karena resiko jiwa yang dia pertaruhkan," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Kemal A Stamboel menaruh harapan besar kepada Purnomo Yusgiantoro untuk memperkuat TNI. Salah satunya dengan penguatan alutsista. Kemal juga merasa yakin kalau Purnomo dapat menangani hal tersebut.
Alasannya, selain kemampuannya di bidang energi, Purnomo juga dinilai paham tentang ekonomi, sehingga penguasaan terhadap bisnis TNI menjadi hal yang paling strategis dan dapat mendorong serta memantapkan industri pertahanan nasional.
Apalagi, lanjutnya, ada dua BUMN strategis yakni PAL dan PT Pindad. Hadirnya purnomo, menurut Kemal, dapat meningkatkan produktivitas dan efektifitas, terutama produksi alutsista.
"Dan yang paling penting, komunikasi yang sangat efektif dalam melobi DPR dalam kaitannya membahas anggaran pertahanan," tandasnya.
(did/lrn)











































