Seorang Calhaj Asal Medan Wafat, 18 Orang Dirawat RS

Laporan dari Arab Saudi

Seorang Calhaj Asal Medan Wafat, 18 Orang Dirawat RS

- detikNews
Sabtu, 31 Okt 2009 00:18 WIB
Seorang Calhaj Asal Medan Wafat, 18 Orang Dirawat RS
Makkah - Seorang jamaah calon haji (calhaj) dari Kloter 4 Medan, Sumatera Utara meninggal dunia di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, Kamis (29/10/2009) waktu setempat. Sementara, Balai Pengobatan Haji Indoneseia (BPHI) yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merawat 18 orang jamaah.

Jamaah asal Medan yang meninggal itu bernama Nagaro Boru Siregar (perempuan)
berusia 80 tahun.

"Beliau menderita penyakit konplikasi paru-paru dan jantung. Jamaah ini meninggal dunia di Rumah Sakit King Fahd dan sempat dirawat di BPHI," kata Kepala BPHI Daerah Kerja Madinah, dr Ade Meidian Ambari, yang ditemui di tempat kerjanya di Jl Abijard, Madinah, Jumat (30/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini jenazah Nagaro sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Baqi Gorghot,
Madinah. Dari data BPHI, selama jamaah calhaj Indonesia tiba di Madinah, sekitar 86 orang mengalami sakit. Dari jumlah itu, 18 orang jamaah dirujuk ke Rumah Sakit King Fahd, rata-rata menderita sroke, cuci darah dan diabetes militus.

"Pasien tidak bisa ditangani di sini, dan harus dirujuk ke RS King Fahd Madinah," jelas Ade.

Sementara di BPHI sendiri ada 7 jamaah yang sedang dirawat, tiga di antaranya mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Dijelaskan Ade, bila pihaknya masih mampu merawat, pasien akan tetap dirawat di tempatnya, sebab bila dirawat di RS King Fahd ada kendala soal komunikasi.

Terkait rencana pemberangkatan jamaah calon haji gelombang pertama ke Makkah. Ade mengatakan, jamaah yang dirawat di BPHI mupun King Fahd akan dilihat perkembangannya.

"Bila mereka dinyatakan mampu untuk berangkat ke Makkah, maka akan dikembalikan ke rombongan atau kloternya dan diberangkatkan. Namun, jika belum akan diberangkatkan menyusul sampai kondisinya pulih," pungkasnya.

"Pasien yang dirujuk apabila memang memerlukan perawatan lanjutan, karena di BPHI tidak mempunyai fasilitas untuk itu," imbuhnya.

Mengenai pasien atau jamaah yang rawat jalan, menurut Ade, hal itu karena mereka mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk pilek, gatal-gatal dan sebagainya.
(zal/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads