"Masyarakat mencatat kehancuran KPK terjadi pada masa pemerintahan SBY," tegas Sekjen Transparansi International Indonesia (TII) Teten Masduki di Kantor Imparsial, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2009).
Teten menduga akan terjadi akumulasi kemarahan masyarakat jika kebohongan ditutupi. "Ini riskan kalau kemarahan dibiarkan. Harus ada affirmative action ," tegas dia.
Teten mendesak Presiden untuk turun tangan. Sebab SBY mempunyai hak intervensi. "Sebagai kepala negara SBY turun tangan tidak hanya diam mengingat Presiden punya hak intervensi karena ada hak abolisi dan amnesti," tandas dia.
(nik/iy)










































