Syafi'i Ma'arif: SBY Harusnya Dengar Kepekaan Batin Masyarakat

Chandra & Bibit Ditahan

Syafi'i Ma'arif: SBY Harusnya Dengar Kepekaan Batin Masyarakat

- detikNews
Jumat, 30 Okt 2009 17:55 WIB
Syafii Maarif: SBY Harusnya Dengar Kepekaan Batin Masyarakat
Jakarta - Berbagai simpati dan dukungan masyarakat mengalir kepada Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto begitu keduanya ditahan oleh Mabes Polri. Sayangnya, hal itu tidak menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam merumuskan sikap terkait penahanan tersebut.

"Kesadaran hukum dan rasa keadilan mayarakat tidak rela melihat perlakuan yang diberikan terhadap Chandra dan Bibit. Artinya terasa ada keganjilan," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif kepada detikcom, Jumat (30/10/2009).

Dikatakan Syafi'i, mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hadjapamengkas sampai heran mengapa perlakuan polisi terhadap pimpinan KPK sekarang sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Bahkan, karena rasa solidaritas yang luar biasa, lanjut Syafi'i, Erry meminta untuk ditahan juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda lihat juga pembela KPK. Mereka yakin betul kedua pria tersebut tidak bersalah," kata Syafi'i.

Di lain pihak, lanjutnya, Chandra dan Bibit sendiri mempunyai integritas moral yang tinggi. Keduanya sangat kooperatif dengan penyidik Kepolisian, sehingga seharusnya tidak perlu dilakukan penahanan.

"Jangan terkesan SBY berpihak kepada polisi walaupun ini proses penegakan hukum. Kepekaan batin masyarakat harus didengar, meski perkara hukumnya biarlah berjalan. Sebenarnya nggak perlu ditahan mereka sangat kooperatif, melapor, dan tidak mungkin lari ke luar negeri," tandas dia.

Syafi'i juga berharap, Presiden tidak cuma mendengar informasi dari satu pihak saja, dalam hal ini polisi. Presiden harus menerima second opinion dari elemen masyarakat yang memandang kasus Chandra dan Bibit dari perspektif berbeda.

"Saya berharap Presiden jangan mendengar informasi dari satu pihak, tapi juga dari second opinion," tutupnya. (irw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini