Bibit dan Chandra Bisa Sebagai Aung San Suu Kyi di Indonesia

Bibit dan Chandra Bisa Sebagai Aung San Suu Kyi di Indonesia

- detikNews
Jumat, 30 Okt 2009 14:45 WIB
Bibit dan Chandra Bisa Sebagai Aung San Suu Kyi di Indonesia
Jakarta - Penahanan dua pimpinan KPK nonaktif, Chandra Hamzah dan Bibit S Rianto, oleh Polri bisa berakibat fatal. Bila pemerintah tidak berhati-hati dalam menanganinya, maka Bibit dan Chandra bisa menjadi seperti Aung San Suu Kyi sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintahan.

Penilaian ini disampaikan guru besar sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Prof Hikmahanto Juwana, Jumat (30/10/2009). "Pemerintah harus hati-hati dalam menangani kasus ini," ujar dia.

Menurut dia, kegabahan Polri menahan Bibit dan Chandra di tengah-tengah adanya rekaman rekayasa dan putusan sela bisa berdampak panjang. "Bibit dan Chandra bisa menjadi sebagai simbol perlawanan masyarakat pada kekuasaan yang cenderung anti terhadap pemberantasan korupsi," kata Hikmahanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bibit dan Chandra bisa dijadikan Aung San Suu Kyi di Indonesia bagi upaya pemberantasan korupsi. Di Myanmar, Aung San Suu Kyi menjadi simbol bagi perlawanan kekuasaan yang otoriter atas pelanggaran HAM," sambung dia.

Terhadap kasus penahanan Bibit dan Chandra, sikap Presiden SBY juga sudah terlihat. Seperti diperkirakan banyak pihak, SBY tidak akan melakukan intervensi. Alasan SBY, kasus Chandra dan Hamzah bukanlah konflik antarlembaga.

(asy/nrl)


Berita Terkait