"RI-1 satu itu adalah Pak Bonaran," kata Anggodo usai melaporkan KPK di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jumat (30/10/2009). Bonaran Situmeang tidak lain adalah pengacara Anggoro sendiri.Bonaran sendiri sebelumnya menyatakan penyebutan nama SBY dalam rekaman kliennya dengan seorang wanita hanya dalam konteks guyonan.Anggodo adalah adik buron KPK Anggoro Widjojo. Dalam transkip rekaman yang beredar di kalangan publik, Anggodo melakukan sejumlah lobi dengan petinggi Kejagung dan polisi untuk membereskan kasus kakaknya, kasus korupsi PT Masaro Radiokom.
Dalam rekaman itu misalnya, Anggodo melakukan percakapan dengan pria yang suaranya diduga mantan Jamintel Wisnu Subroto untuk mengatur skenario rekayasa kasus terhadap pimpinan KPK. Anggodo juga melakukan percakapan dengan seorang perempuan yang diduga adalah Lien. Dalam perbincangan itu, Lien menyebut nama SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama SBY dicatut 3-4 kali dalam rekaman yang transkripnya telah beredar luas itu. Antara lain berbunyi:
"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.
Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien.
Selain nama SBY disebut langsung, percakapan Anggodo dengan pria yang diduga Wisnu Subroto juga menyebut kata RI-1. Misalnya percakapan mereka pada 23 Juli 2009 yang berbunyi:
"Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga, minggu ini, terus balik ke sini, terus action," jelas suara Anggodo.
Lawan bicaranya pun lalu menanyakan apakah, berkasnya itu sudah dikirim ke SBY atau belum. "RI 1 belum?" tanyanya.
(fiq/iy)











































