Survei LSI
Golkar dan SBY Urutan Pertama
Jumat, 02 Apr 2004 17:35 WIB
Jakarta - Golkar mendapat urutan pertama parpol. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperoleh suara terbanyak sebagai presiden. Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).Hasil survei disampaikan dalam jumpa pers LSI bertajuk "Efek kampanye dan kemungkinan perubahan kekuasaan melalui Pemilu 2004" di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Jumat (2/4/2004).Survei dilakukan pada 18-24 Maret 2004 di seluruh propinsi Indonesia, termasuk Aceh dan Papua dengan melibatkan 2.760 responden.Survei menunjukkan suara PDIP hanya naik 4,7 persen menjadi 17,5 persen dibanding sebelum kampanye, dan belum mampu membuat PDIP mengalahkan Golkar. Golkar berada di urutan pertama dengan perolehan suara 23,2 persen.Politik ikon moncong putih PDIP yang sangat dominan di media massa saat kampanye, menurut kesimpulan survei LSI, ternyata tidak banyak mempengaruhi persepsi publik kalau PDIP merupakan partai yang berkompeten menanggulangi masalah ekonomi."Hasil survei ini masih mungkin berubah. Karena setelah survei dilakukan, masih ada kampanye putaran dua dan tiga. Sehingga kita masih sangat sulit untuk memrediksi siapa yagn akan menang diantara Golkar dan PDIP," kata pengamat politik yang juga anggota tim LSI Saiful Mujani.Peta politik Indonesia sekarang ini, lanjut dia, semakin terfragmentasi. Hal ini terlihat dari makin banyaknya partai menengah yang masuk ke dalam parlemen dan memperoleh 5-15 persen suara menurut survei. Partai-partai itu secara berturut-turut adalah PKB, PAN, PPP, PKS, dan Partai Demokrat.Sedangkan hasi survei LSI untuk lembaga presiden, SBY memperoleh suara terbanyak, yaitu 30,6 persen. Kemudian diikuti oleh Megawati Soekarnoputri 20,9 persen, Amien Rais 14,9 persen, dan Akbar Tandjung 10,9 persen."Turunnya dukungan kepada Mega diakibatkan popularitasnya yang menurun saat ini. Posisinya yang sedang menjabat sebagai presiden memang punya kans besar untuk menambah musuh," kata pengamat politik Indonesia dari Ohio State University William Liddle.Sedangkan SBY bisa naik popularitasnya, lanjut dia, karena faktor pengunduran dirinya sebagai Menko Polkam dan penampilannya yang potensial sebagai pemimpin. "Selain itu menurut beberapa kalangan wanita, wajahnya lumayan ganteng," seloroh Liddle.
(sss/)











































