Pak Ud: Kiai NU Se-Indonesia Tidak Dukung Mendukung Capres

Pak Ud: Kiai NU Se-Indonesia Tidak Dukung Mendukung Capres

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 16:23 WIB
Jakarta - Masalah capres rupanya membuat kiai NU terbelah. Sebelumnya kiai khos menyatakan mendukung Gus Dur sebagai capres. Tapi kini muncul pernyataan kiai NU tidak mendukung satu pun capres yang ada saat ini.Keputusan para kiai NU tidak mendukung satupun capres merupakan hasil pertemuan para kiai NU se-Indonesia di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, 24 Maret 2004 lalu. Demikian disampaikan KH Yusuf Hasyim, paman Gus Dur yang juga pemimpin Pondok Pesantren Tebu Ireng dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (2/4/2004). Pertemuan itu, kata Yusuf Hasyim, membuat dua keputusan. Pertama disepakati untuk menghilangkan dikotomi antara kiai khos/langitan dengan kiai biasa. Dan kedua, disepakati para kiai tidak dukung mendukung terhadap capres yang ada. "Memang ada dikotomi antara kiai khos dan kiai biasa. Ini bisa menjadi upaya politik belah bambu dan ini tak bisa dibiarkan lagi," kata Pak Ud, panggilan akrab Yusuf Hasyim."Kita tak mendukung siapapun calon yang ada karena itu bisa memecahbelah antar pesantren. Biar kita serahkan itu pada proses demokrasi institusi, UU dan agama," tambahnya. Pak Ud menegaskan, pesantren NU tak mengenal tradisi dukung mendukung. Meski begitu, bukan berarti pesantren ataupun kiai NU memasung kader NU untuk mengajukan diri sebagau capres. "Kita sepakat dukung mendukung diakhiri. Kita tak punya wewenang untuk mencegah atau memasung keinginan seorang warga," kata Pak Ud.Yusuf juga menyatakan tak ada sanksi organisasi bagi para kiai yang melanggar kesepakatan Tebu Ireng tersebut. 'Tapi akan ada sanksi sosial.Masyarakat akan menilai bahwa itu tidak benar. Sanksi sosial lebih berat daripada sanksi organisasi, "demikian Yusuf Hasyim. (iy/)


Berita Terkait