DPR Diminta Segera Panggil Nama-nama yang Ada di Rekaman

Bibit & Chandra Ditahan

DPR Diminta Segera Panggil Nama-nama yang Ada di Rekaman

- detikNews
Jumat, 30 Okt 2009 07:57 WIB
DPR Diminta Segera Panggil Nama-nama yang Ada di Rekaman
Jakarta - Penahanan Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah dicurigai banyak pihak sebagai bentuk ketakutan Polri dan Kejagung terkait terungkapnya rekaman yang diduga berisi rekayasa kriminalisasi KPK. DPR diminta segera memanggil nama-nama yang terkait dengan rekaman tersebut untuk klarifikasi.

"Kami meminta kepada Komisi III DPR RI untuk memanggil pihak-pihak yang terkait dengan isi rekaman yang telah beredar luas di pelbagai media massa tersebut sesegera mungkin," kata Direktur Eksekutif Judicial Reform Institute (Jurist) Afnan Malay dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (30/10/2009).

Menurut Afnan, penahanan Bibit dan Chandra ini jelas-jelas merupakan bagian dari upaya penggembosan atas KPK. Rangkaian upaya penggembosan itu mulai dari penahanan Ketua KPK Antasari Azhar, kriminalisasi 2 pimpinan KPK yang terkesan dipaksakan, hingga keluarnya Perpu No 4 tahun 2009 sebagai bentuk intervensi presiden terhadap kedaulatan dan independensi KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua fakta ini jelas menyatakan bahwa KPK secara kelembagaan sedang terancam dan terjadinya upaya pengerdilan terhadap gerakan pemberantasan korupsi," tegas Afnan.

Karena itu, lanjut Afnan, Kejaksaan, Kepolisian, dan Presiden perlu segera mengklarifikasi ke publik terkait rekaman pembicaraan yang melibatkan nama-nama oknum di Kejaksaan, Kepolisian, maupun Presiden tersebut. Selain itu Kepolisian dan Kejaksaan juga diminta mempercepat dan melaporkan akuntabilitas proses hukum Bibit dan Chandra.

"Kami juga mengimbau semua elemen masyarakat, baik LSM, gerakan mahasiswa, ormas, pers, dan akademisi untuk proaktif mengawasi dan memantau perkembangan penegakan hukum di Indonesia, khususnya pelemahan terhadap gerakan-gerakan antikorupsi," kata Afnan.

(sho/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads