Logistik Pemilu Belum Tersedia di Sejumlah Kelurahan Semarang

Logistik Pemilu Belum Tersedia di Sejumlah Kelurahan Semarang

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 16:20 WIB
Semarang - H-3 pemilu legislatif, ternyata logistik pemilu belum tersedia di sejumlah kelurahan Semarang. Padahal, KPU Jateng dan KPUD Kota Semarang selalu menyatakan pemilu siap digelar karena seluruh logistik telah terkirim.Menurut pantauan detikcom di sejumlah kelurahan, beberapa KPPS masih menunggu kiriman logistik dari PPK hingga hari ini, Jumat (02/04/2004). Beberapa KPPS menyatakan baru menerima bilik suara. Itu pun sebagian bilik merupakan bantuan Jepang.Anggota KPPS Kelurahan Pekunden Tiumur Semarang Juaji mengatakan, logistik pemilu baru akan diterima hari ini. "Tapi, sampai sekarang belum datang. Baru bilik suara saja yang ada pada kami," tuturnya kepada detikcom di kantor Kelurahan Pekunden Timur, Jl. Taman Pekunden Timur.Logistik pemilu, kata dia, sampai saat ini masih ada di kecamatan. "Untuk mendistribusikannya, PPK menunggu BAP dari KPU Kota Semarang. Lha kami jadi bingung sendiri tho, kapan kami terima logistik itu," ungkap Juaji dengan nada bertanya.Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang Ketua KPPS di Kelurahan Karang Kidul Andang Sukotjo. "Yang ada, baru bilik suara. Itu sudah lama sekali kami terima. Logistik yang lain belum tersedia," katanya di kantornya, Jl. Seroja Barat.Untunglah, kata dia, anggota KPPS-nya sangat pro aktif. Mereka tidak menunggu kiriman, tapi meminta ke PPK Semarang Tengah. "Hari ini anggota kami pergi ke PPK untuk mengambil logistik pemilu, tapi sekarang mereka belum datang," ujarnya. Sementara itu, di Kelurahan Kaliwiru Kecamatan Gajah Mungkur, kondisinya tak jauh berbeda. Menurut salah satu Ketua KPPS setempat Sudono, logistik pemilu masih langka, belum diterima. Hanya bilik suara saja yang tersedia.Selain mengeluh soal logistik, Sudono juga mengeluhkan kecilnya honor KPPS dan Hansip. Ketua KPPS mendapat honor Rp 75 ribu, anggota KPPS mendapat Rp 60 ribu, dan Hansip memperoleh Rp 40 ribu. "Kadang saya harus tombok (keluar uang) untuk kegiatan menjelang pemilu. Rapat-rapat koordinasi dan persiapan dengan anggota dan tokoh masyarakat kan butuh dana," ungkapnya.Mungkin, tidak semua kelurahan kondisinya sama dengan Kelurahan Pekunden Timur, Karang Kidul, atau Kaliwiru Semarang. Tapi, mungkin juga sama bahwa di kelurahan memang belum tersedia logistik. Kontras dengan berita-berita di media massa belakangan ini. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini