Ical, begitu ia disapa, menganjurkan kader Golkar agar punya Facebook dan Twitter karena situs jejaring sosial ini memudahkan kader beringin punya akses langsung ke publik.
"Jangan lupakan internet, kita bisa gunakan Facebook. Golkar akan punya Facebook. Semua pun harus punya. Juga musti punya Twitter. Saya juga sudah buat Twitter. Followers nya sudah banyak," ujar Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical menjelaskan bahwa jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter bisa memudahkan para kadernya untuk punya akses langsung ke publik. Lewat media ini, gagasan dan ide para kader bisa ditunjukkan. Demikian halnya dengan empatinya terhadap persoalan-persoalan sosial.
Menurut Ical, peran media sangat ampuh dijadikan alat untuk mendekati pemilih. Cara-cara kampanye dengan mengerahkan massa ratusan orang dinilainya tidak efektif lagi dan sudah ketinggalan.
"Kalau kita kerahkan massa, lalu kita berpidato, paling banyak dihadiri ratusan ribu. Itupun sudah setengah mati. Tapi kalau lewat media televisi, ratusan juta orang yang menontonnya," terang Ical.
Lebih lanjut Ical mengatakan bahwa masyarakat jauh lebih percaya jika sesuatu hal disampaikan langsung oleh media ketimbang berkampanye dengan cara lama. "Apa yang disampaikan oleh media, biasanya menjadi perhatian oleh masyarakat kita," kata Ical.
(gun/sho)











































