PDIP Surabaya Sesalkan Insiden Pembubaran Demo Mahasiswa

PDIP Surabaya Sesalkan Insiden Pembubaran Demo Mahasiswa

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 15:41 WIB
Jakarta - Sekretaris DPC PDIP Surabaya Nanang Budi menyesalkan terjadinya insiden berupa upaya pembubaran secara paksa demo mahasiswa oleh massa PDIP. Menurut Nanang, insiden ini terjadi karena adanya salah persepsi dari kader PDIP."Jadi saya minta maaf kalau ada salah persepsi dari teman-teman," kata Nanang Budi yang tiba di lokasi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (2/4/2004), setelah aksi dibubarkan oleh aparat kepolisian.Polisi mengevakuasi massa mahasiswa dari KAMMI, Forum Solidaritas Dakwah Kampus, IMM, dan BEM se-Surabaya, ke halaman gedung Negara Grahadi untuk mencegah insiden lebih buruk. Setelah itu massa diangkut meninggalkan lokasi dengan truk polisi. Sementara massa PDIP, yang sebelumnya berupaya membubarkan demo mahasiswa secara paksa serta merampas poster-poster yang mereka bawa, masih bergerombol di seberang Gedung Grahadi.Pada saat itu lah Nanang Budi datang ke lokasi unjuk rasa. Nanang mengaku mampir ke depan Gedung Negara Grahadi karena kebetulan terjebak macet. Ia juga ingin tahu apa sebenarnnya tuntutan yang dibawa mahasiswa.Nanang kemudian bertemu dan berdialog Ketua KAMMI Surabaya Agus Wahyu Dwiyanto. Dan dalam kesempatan itu lah ia atas nama pribadi maupun pengurus PDIP meminta maaf atas adanya salah persepsi sehingga terjadi insiden tersebut.Menurut Nanang, insiden ini dipicu kasus Malang, yakni terjadinya penyobekan bendera PDIP oleh aktivis KAMMI. "Saya janjikan insiden seperti ini tidak akan terulang," katanya sambil berjabat tangan dengan Agus Wahyu.Sementara Agus Wahyu menyatakan sangat menyesalkan tindakan kader PDIP. "Aksi siang ini tidak menyinggung satu partai tertentu. Atribut yang kita bukan atribut partai. Kain warna merah dan kuning itu hanya simbolisasi saja. Bahwa kita menolak bangkitnya Orde Baru," katanya. (gtp/)


Berita Terkait