Hidayat: Ada Usaha Penjegalan Terhadap PKS dalam Pemilu 2004
Jumat, 02 Apr 2004 15:34 WIB
Jakarta - Ketum PKS Hidayat Nurwahid mensinyalir ada usaha dari parpol tertentu untuk menjegal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilu 2004. Hal ini terlihat dari banyaknya calon pemilih kader PKS yang belum mendapatkan kartu pemilih. "PKS sudah dicurangi oleh partai yang saat ini berkuasa, maupun yang sebelumnya berkuasa dan ingin mendapatkan kekuasaannya kembali." Demikian dikatakan Hidayat Nurwahid kepada wartawan, saat menghadiri pertemuan alumni Ponpes Gontor di Hotel Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2004).Kecurangan itu, kata Hidayat, terlihat dari banyaknya calon pemilih kader PKS yang belum mendapatkan kartu pemilih, atau terdaftar sebagai pemilih, terutama di kalangan kampus. "Banyak mahasiswa yang indekos tidak mendapatkan kartu pemilih serta hak sebagai pemilih, bahkan Wakil Ketum PKS Muzamil Yusuf sampai sekarang pun belum mendapatkan kartu pemilih," tegasnya.Selain itu, Hidayat menambahkan, masih ada kecurangan lain yaitu sistem pemilu yang diubah melalui undang-undang oleh PDIP dan Golkar. "Ini sudah menyalahi aturan. Kemungkinan pemilu tidak berlangsung serentak justru akan lebih menguntungkan rezim orde baru dan partai yang berkuasa," tukas Hidayat. PKS, menurut Hidayat, juga menolak adanya pemilu susulan. "Secara prinsip kami menolak adanya pemilu susulan, karena itu akan merugikan PKS dan partai baru lainnya," demikian Hidayat.
(dit/)











































