Dinas Pendidikan Sidoarjo Siap Diperiksa Polisi Terkait Soal Ujian Cabul

Dinas Pendidikan Sidoarjo Siap Diperiksa Polisi Terkait Soal Ujian Cabul

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 18:45 WIB
Dinas Pendidikan Sidoarjo Siap Diperiksa Polisi Terkait Soal Ujian Cabul
Sidoarjo - Dinas Pendidikan Sidoarjo siap diperiksa oleh pihak kepolisian terkait kalimat cabul yang "menyusup" dalam soal ujian tengah semester (UTS) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas VI SD. Dinas Pendidikan berjanji tidak akan menutupi persoalan yang menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia itu.

"Saya akan siap dan kooperatif terhadap semua pihak yang menyoroti masalah ini, termasuk kepolisian," kata Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Agoes Boedi Tjahjono kepada wartawan di kantornya, Jalan Pahlawan, usai meminta keterangan dari tim pembuat soal, Kamis (29/10/009).

Tapi dia tidak mau berandai-anda kalau anak buahnya nanti ditetapkan jadi tersangka. Menurut dia proses penyidikan masih berjalan. "Saya tidak mau berandai-andai kalau anak buah saya nantinya dijadikan tersangka. Biarkan proses ini berjalan," kata Agoes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga mengakui kalau dirinya didatangi tim dari Polda Jatim. Kedatangan tim itu untuk menanyakan kronologi kasus itu. "Saya tidak akan menghalangi proses penyidikan untuk melakukan pemanggilan tim pembuat soal," tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Sidoarjo ini menambahkan hingga saat ini dirinya masih belum menerima panggilan dari pihak kepolisian. "Kalau melalui saya belum ada sama sekali. Tapi saya tidak tahu kalau Polres sudah melakukan pemanggilan saksi," pungkasnya.

Soal ujian Bahasa Indonesia yang bikin geger dunia pendidikan Sidoarjo adalah sebuah teks cerita berjudul "Pengusaha Bandel di Krangkeng Bareng Mak Erot." Dari segi pemilihan materi yang menggunakan judul "Mak Erot", jelas terasa ganjil. Apalagi dari struktur EYD, penulisan "di Krangkeng" jelas salah.

Belum lagi di alinea terakhir artikel itu bertuliskan kata-kata yang berbau cabul, bercampur bahasa Jawa. "Pengusaha nakal diucluk-ucluk, karo biasane dibalsem teronge...I Love U Full." Sebagian sekolah menutupi kalimat cabul dengan stipo, namun ada juga yang tidak sempat.

(ze/nrl)


Berita Terkait