Chandra & Bibit Ditahan Setelah SBY Singgung Penjebakan dalam Pemberantasan Korupsi

Chandra & Bibit Ditahan Setelah SBY Singgung Penjebakan dalam Pemberantasan Korupsi

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 16:47 WIB
Chandra & Bibit Ditahan Setelah SBY Singgung Penjebakan dalam Pemberantasan Korupsi
Jakarta - Penahanan Polri terhadap dua pimpinan KPK non aktif, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, mengejutkan! Di saat bau busuk antara oknum Polri dan Kejagung mengemuka terkait rekaman rekayasa kriminalisasi KPK, penahanan dilakukan. Yang menarik, penahanan terhadap Chandra dan Bibit ini terjadi setelah Presiden SBY menyinggung soal penjebakan dalam pemberantasan korupsi.

Apakah antara penahanan Chandra dan Bibit berkaitan dengan pernyataan SBY? Entahlah. Yang jelas, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan akan ada tindakan tegas terkait kasus pimpinan KPK seusai mendampingi Presiden SBY menghadiri pembukaan National Summit di Kompleks Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2009).

Menurut Kapolri, Mabes Polri akan menggelar jumpa pers sekitar pukul 11.00 atau 12.00 WIB. Namun, setelah ditunggu-tunggu wartawan, jumpa pers baru digelar sekitar pukul 16.00 WIB. Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna yang diperintahkan menjelaskan keputusan yang mengejutkan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke mana Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, yang disebut-sebut dalam rekaman rekayasan kriminalisasi KPK? Tidak diketahui dengan pasti. Sejak penetapan tersangka terhadap Bibit dan Chandra, Susno tidak pernah memberi keterangan resmi tentang kasus Bibit dan Chandra itu.

Saat mengumumkan penahanan terhadap Chandra dan Bibit, Irjen Pol Dikdik menyampaikan beberapa alasan penahanan. Antara lainย  karena persyaratan objektif sudah terpenuhi, yaitu sebagaimana diatur dalam KUHP ancaman penjara terhadap keduanya di atas 5 tahun. Sedangkan alasan subjektifnya, Bibit dan Chandra dikhawatirkan mengulangi perbuatan, menghilangkan barang bukti.

Dikdik juga menyinggung tentang Bibit dan Chandra yang berbicara kepada pers. "Setidak-tidaknya faktanya sekarang kami kesulitan karena sudah dihakimi dengan cerita-cerita dan tuduhan kriminalisasi. Tersangka bisa jumpa pers, itu indikasi dia bisa mempengaruhi opini," ujar Dikdik.

Seperti diketahui, saat membuka National Summit sekitar pukul 10.00 WIB, SBY menyinggung soal pemberantasan korupsi. Dia meminta pemberantasan korupsi selama lima tahun harus fokus pada pencegahan dan bukan melakukan penjebakan.ย 

"Bagi saya adalah mencegah korupsi. Jangan menjebak seseorang. Maka pemberantasan korupsi ke depan harus lebih mengutamakan pencegahan," tutur SBY.

(asy/nrl)


Berita Terkait