Jadi Montir Mobil PPIH, Muskidjan 20 Kali Naik Haji

Laporan dari Arab Saudi

Jadi Montir Mobil PPIH, Muskidjan 20 Kali Naik Haji

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 15:57 WIB
Jadi Montir Mobil PPIH, Muskidjan 20 Kali Naik Haji
Makkah - Tidak semua umat Muslim bisa menunaikan ibadah haji, apalagi berulang-ulang. Tapi, Muskidjan Pawiro yang bertugas sebagai montir Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) sudah berhaji sebanyak 20 kali.

Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1960-an ini memang merupakan karyawan Departemen Agama sejak 1980-an. "Setiap datang ke sini (Makkah), saya merasa gembira. Walau sudah pernah berkali-kali, tetap keinginan bertemu Ka'bah itu sangat kuat," ujar pria yang memiliki tiga putra-putri ini, di bengkelnya di belakang halaman Daker Makkah, Shisha, Aziziyah, Makkad, Kamis (29/10/2009).

Muskidjan mengaku bangga bertugas sebagai montir di PPIH. Dia mendapat pahala berlipat untuk pekerjaannya dan amalan ibadahnya.

"Saya hanya sebagai orang sederhana, tapi bisa ke Tanah Suci. Padahal banyak orang yang beruang, tapi sulit datang. Itu yang membuat saya terharu," ungkapnya.

Selama 20 kali menjadi montir di PPIH, Muskidjan mengungkapkan pengalaman menarik yakni ketika menemukan kendaraan mogok milik warga Arab Saudi. Hatinya tergerak untuk membantu kendaraan warga Arab itu yang mesin mobilnya rusak.

Karena sudah mengerti bahasa Arab, Muskidjan tidak kesulitan dalam berdialog dengan penduduk setempat. Ketika selesai membetulkannya, orang Arab itu bertanya berapa ongkos perbaikan. Belum sempat dijawab, orang itu kembali bertanya, apakah mau dibayar dengan Riyal atau selembar foto.

"Saya tanya foto apa itu? Dia menjawab bahwa itu foto di makam Rasulullah Muhammad SAW asli. Saya kaget dan tanya lagi dapat dari mana? Orang itu menjawab, saya Imam Masjid Nabawi Madinah. Saya langsung memeluknya dan meminta foto itu," ungkapnya.

Muskidjan mengaku sampai saat ini foto itu terus disimpan di rumahnya di Jakarta. Muskidjan sendiri mengaku memperoleh keterampilan perbengkelan dari kakaknya yang merupakan prajurit Marinir Cilandak yang sering membetulkan panser dan tank amfibi.

Selama bertugas 20 tahun ke Tanah Suci, Muskidjan juga mendapatkan hambatan dalam membetulkan kendaraan. Sebab, saat ini banyak kendaraan di Arab Saudi sudah tidak menggunakan lagi sistem karburator dan platina.

"Sekarang menggunakan sistem injection dan komputerisasi. Jadi harus hati-hati, padahal semua kendaraan di sini harus ready semua mesinnya. Kalau nggak STNK nggak pernah keluar," ujarnya.

Muskidjan tidak sendiri dalam bertugas di PPIH Daerah Kerja Makkah ini. Dia dibantu satu petugas yang merupakan tenaga musiman (Temus) dan satu lagi dari Jakarta. Setiap hari dia dan rekannya bisa memperbaiki 5-6 kendaraan milik daker dan sektor, yang total memiliki 60-an kendaraan operasional.

(zal/nik)


Berita Terkait