Munarman: Pemilu di Aceh Harus Ditunda

Munarman: Pemilu di Aceh Harus Ditunda

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 14:05 WIB
Jakarta - Pemilu di Aceh seharusnya ditunda hingga keadaan darurat militer di sana berakhir. Dalam pasal 119 Undang-undang no 12 tahun 2003 tentang Pemilu, dinyatakan bahwa pemilu dapat ditunda jika ada kerusuhan, konflik sosial, atau bencana alam."Harusnya pemilu di Aceh ditunda sampai darurat militer selesai. Konflik sosial dan kerusuhan bisa dijadikan alasan untuk menunda Pemilu di Aceh,tapi pemerintah dan KPU justru memaksakan pemilu di sana."Hal tersebut dikatakan Ketua YLBHI Munarman dalam acara diskusi publik evaluasi persiapan pelaksanaan Pemilu 2004, yang diselenggarakan oleh Aceh Election Watch di Hotel Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2004).Jika pemilu di Aceh tetap dilaksanakan, menurut Munarman, maka akan terjadi pemaksaan terhadap masyarakat untuk mengikuti pemilu. "Hal ini disebabkan karena masyarakat takut, jika tidak ikut pemilu nanti dianggap GAM. Sehingga mereka merasa terpaksa untuk memilih dalam pemilu," lanjut Munarman.Munarman juga menggambarkan kondisi logistik Pemilu 2004 di Aceh. "Di Banda Aceh, kartu pemilu baru 50 persen yang sampai di kalangan pemilih. Apalagi di daerah-daerah terpencil lainnya," tegasnya.Animo masyarakat untuk ikut serta dalam pemilu, kata Munarman, juga kecil. Hal ini dibuktikan dari jumlah massa yang sedikit dalam tiga putaran kampanye. "Umumnya tak sampai seribu orang menghadiri kampanye partai. Di Aceh Utara, bahkan ada yang hanya dihadiri oleh pengurus, kader, satgas dan keluarga mereka saja," jelas Munarman.Pada kesempatan yang sama, pengamat dari CSIS Indra J Piliang mengusulkan kursi DPR untuk Aceh dikosongkan. "Kursi inilah yang menjadi sumber masalah dan sumber kekacauan," tutur Piliang.Piliang juga menyatakan, apapun dampak negatif pemilu di Aceh akan ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab Penguasa Darurat Militer daerah (PDMD). "Itu bukan tanggung jawab pelaksana pemilu, termasuk KPU dan peserta pemilu. Dengan status darurat militer sulit membayangkan Pemilu berlangsung damai di Aceh," demikian Piliang. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads