"Awalnya tidak mengenali, tapi ada tanda bekas luka di leher sehingga saya
yakin itu anak saya," kata NN di Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
NN mengatakan, HAG sudah tidak bisa berbahasa Nias lagi. Sedangkan dirinya tidak bisa berbahasa Indonesia. Namun setelah melihat tanda di leher, NN terus menangis.
"Terus berdasarkan surat-surat pembaptisan, ini anak saya. Tadi langsung telepon kakak kandung. Dia masih ingat nama kakaknya dengan benar yaitu Natori, Toni, Aliba dan Amos," jelasnya.
Tidak hanya itu, berdasarkan akta baptis, HAG lahir pada 9 Februari 1998. "Saya tetap tidak percaya, dia anak baik. Saya tidak pernah memukuli. Saya juga tidak diberi tahu kepindahan dari Medan ke Jakarta," imbuhnya.
(gus/iy)











































