NN rela menyerahkan HAG kepada keluarga Simanjuntak karena tidak mampu membiayai sekolah anaknya.
"HAG ingin sekolah. Tapi saya tidak ada biaya. Akhirnya ada ibu-ibu namanya Simanjuntak ingin mengangkat anak," kata NN di Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
NN mengaku terakhir kontak dengan keluarga Simanjuntak pada akhir 2005 lewat telepon. Saat itu Simanjuntak masih berada di medan.
"Setelah itu saya tidak pernah kontak dengan anak saya. Setahu saya ya masih di Medan," ujarnya.
NN pun baru tahu HAG menjadi tersangka pembunuhan melalui media TV. NN pun masih tidak percaya kalau anaknya bisa berbuat kejam seperti itu.
"Saya baru tahu anak saya di Jakarta kemarin setelah muncul di televisi. Saya tidak pernah memukul anak saya apalagi menyinggung anak saya. Saya tetap tidak yakin," tegasnya.
(gus/iy)










































