Kritik Sistem Pemilu, Seniman Semarang Gelar 'Pemilihan Lucu'

Kritik Sistem Pemilu, Seniman Semarang Gelar 'Pemilihan Lucu'

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 11:08 WIB
Semarang - Dalam mengaktualisasikan diri, gaya seniman memang sering kali aneh. Seniman Semarang, misalnya. Untuk mengkritik sistem pemilu (terbuka/ tertutup) mereka menggelar pentas teater bertajuk 'Pemilihan Lucu' di Kawasan Ar Mancur Semarang, Jumat (02/04/2004). Pentas yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB menggunakan iringan musik kendang dan alat seadanya. Tiga orang bertelanjang dada menari-nari dan mementaskan 'drama' pemilu menjadi 'pemilhan lucu'. Secara simbolis, mereka menggambarkan bagaimana sistem pemilu tetap menghasilkan orang-orang yang sama. Selain itu, mereka juga mendeklarasikan Partai Asmara. Partai asal-asalan ini mempunyai visi "Partai yang memberikan wadah bagi dalang (pelaku politik) yang kasmaran". Misinya, "Menebar cinta."Menurut salah satu seniman Edi, pendirian Partai Asmara merupakan kritik terhadap seluruh parpol peserta pemilu. "Partai Asmara adalah partai damai, kasih sayang, dan tulus. Seharusya, parpol peserta pemilu pun begitu. Tidak brutal, suka huru-hara, dan licik," ungkapnya usai pentas.Pentas teater dari kelompok yang menamakan diri sebagai Komunitas GEMA dan Komutasi Mak Jenthit Lolo Bah ini selesai pada pukul 10.15 WIB. Di akhir pentas mereka menyanyikan lagu Asmara milik Novia Kolopaking sekaligus sebagai tanda deklarasi partai Asmara.Sementara itu, di tempat yang sama, BEM Undip, BEM Unnes, dan Polines juga menggelar aksi. Sekitar 75 orang mahasiswa meneriakkan yel-yel anti Orba. Mereka mulai aksi sekitar 09.45 WIB dan sempat meyembelih ayam putih sebagai simbol matinya demokrasi. Setelah berorasi beberapa menit, mereka menuju Kawasan Simpang Lima.Di tempat terpisah, 100-an orang mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menggelar aksi di Kawasan Simpang Lima. Mereka mengusung isu tolak koalisi merah-kuning. Rencananya, dari Kawasan Simpang Lima mereka akan menuju RRI Semarang yang berada di Jl. Ahmad Yani.Aksi di tiga titik itu tak sempat memacetkan lalu lintas. Beberapa personel polisi dipecah di rute-rute aksi. Jumlahnya pun tidak seberapa. (asy/)


Berita Terkait