PDIP: Waktu Kenaikan Tarif Telepon Tidak Tepat

PDIP: Waktu Kenaikan Tarif Telepon Tidak Tepat

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 11:00 WIB
Jakarta - Waktu kenaikan tarif telepon yang tidak tepat dapat berdampak pada PDIP, partai yang katanya membela wong cilik. Akibatnya, orang bisa salah kaprah bahwa kenaikan tarif telepon adalah keputusan presiden."Kenaikan tarif telepon otomatis bisa berdampak pada PDIP. Kalau orang yang nggak paham akan melihat bahwa seolah-olah ini kebijakannya presiden, tapi harusnya jangan melihat dari sudut itu."Demikian dikatakan Ketua DPP PDIP Roy BB Janis saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (2/4/2004) pagi.Lebih lanjut lagi ungkap Roy, seorang menteri perhubungan dapat menaikkan tarif telepon tanpa persetujuan Presiden. "Kenaikan tarif telepon cukup dengan keputusan menteri, jadi harus dilihat apakah menterinya orang PDIP, apakah sudah konsultasi dengan presiden," lanjutnya.Roy sendiri menilai kenaikan tarif telepon memang diperlukan, namun tidak sebesar tarif saat ini. "Memang itu diperlukan, karena sudah terjadi penundaan dari tahun lalu. Tapi nggak sebesar itu, dan timingnya juga nggak harus sekarang-sekarang ini," tukasnya.Menurut Roy, Timing kenaikan tarif telepon juga tidak pas. " Timingnya sama sekali nggak pas, yang pas itu setelah situasi sudah kondusif. Baiknya setelah kabinet baru saja, jadi kebijakan kabinet yang baru," demikian Roy. (dit/)


Berita Terkait