Sebelum 11/9/2001, Ancaman Utama AS Bukan Teroris

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 10:55 WIB
Washington, DC - Sejak berkuasa di Gedung Putih, strategi utama pemerintahan Bush dalam menyusun kebijakan luar negeri untuk pertahanan nasional adalah memberikan prioritas pada sistem pertahanan peluru kendali (missile defense). Strategi Pertahanan Nasional AS yang baru itu sedianya akan di beberkan oleh Penasehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice dalam pidato tanggal 11 September 2001. Dalam teks pidato yang akhirnya tidak pernah terlaksana itu, ancaman dari kelompok Al Qaeda dan Osama bin Laden tidak pernah disebut-sebut.Dalam artikelnya di Washington Post, Kamis ( 1/4/2003) berjudul 'Top Focus 9/11 wasn't terrorism' , penulis Robin Wright menjelaskan lebih jauh bahwa seorang pejabat pemerintah AS yang pernah membaca teks pidato itu menyatakan ancaman utama yang dihadapi AS, datang dari negara berbahaya seperti Irak yang kemungkinan akan menggunakan teror terhadap AS. Sekalipun pemerintahan Bush menyinggung soal terorisme, tapi perhatian utamanya adalah pada sistem pertahahan peluru kendali yang masih kontroversial itu.Pertanyaan apakah pemerintah Bush memberikan perhatian yang seharusnya atas ancaman terorisme sebelum tragedi 11 September 2001 lalu, menjadi fokus utama Komisi Tragedi 11 September yang akan menghadirkan Penaiehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice untuk dimintai keterangan, pekan depan.Lebih jauh Robin Wright menyatakan bahwa Gedung Putih menolak memberikan teks lengkap pidato yang tidak pernah terlaksana tersebut, namun memberikan konfirmasi atas akurasi laporan yg diturunkan Washington Post.Dalam pertemuan pertama Presiden Bush dengan Kepala-kepala Negara anggota NATO di Brussels Juni 2001 lalu, Bush menjelaskan lima langkah strategi pertahanan untuk didiskusikan dengan anggota NATO lainnya. Kelima top prioritas itu adalah sistem Pertahanan Peluru Kendali, hubungan NATO dengan Rusia, menyatukan tujuan bersama dengan Eropa, meningkatkan anggaran pertahanan bagi negara-negara anggota dan perluasan keanggotaan NATO. Satu-satunya soal ekstrimisme yang disinggung presiden adalah masalah Macedonia.Bush juga menugaskan Wakil Presiden Cheney untuk mengoordinasikan upaya-upaya mencegah serangan teroris yang diduga akan dilakukan dengan menggunakan senjata pemusnah massal. Pertahanan peluru kendali itu sendiri memang dimaksudkan umtuk menghadapi serangan tersebut. Namun pada saat itu Amerika Serikat lebih menaruh perhatian kepada negara-negara yang dianggap berbahaya seperti Irak.

(asy/)