"Kami akan terus bertahan. Kami masih berfikir aksi apa yang akan kami lakukan. Nanti malam akan ada aksi simpatik 1.000 lilin," kata Ahas, pengurus senat mahasiswa STT SETIA di lokasi penggusuran, Jl S.Parman, Kamis (29/10/2009).
Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Astamar (SETIA) merupakan penghuni sementara bekas gedung walikota Jakbar sejak awal 2009 lalu. Mereka terdampar digedung bersengketa tersebut setelah diusir dari kampusnya di Pinang Ranti, Jakarta Timur, 2008.
Sejak Senin 26 Oktober, Pengadilan Negeri Jakbar mengeksekusi gedung dan tanah seluas 11.675 m2 dengan dasar amar putusan MA. Sayangnya, mahasiswa SETIA yang sudah bosan terlunta-lunta memilih bertahan dan menjadikan gedung sengketa tersebut menjadi kampus sementara.
Saat ini, eksekusi dilakukan disisi kanan gedung utama yang dulunya merupakan gedung Suku Dinas Kebersihan Jakbar. Sementara gedung utama masih ditempat 1.100 mahasiswa yang siap bertahan hingga memperoleh pengganti gedung yang layak.
(Ari/Rez)











































