Kapolri Segera Ambil Langkah Kongkret

Rekayasa Kasus Pimpinan KPK

Kapolri Segera Ambil Langkah Kongkret

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 11:06 WIB
Kapolri Segera Ambil Langkah Kongkret
Jakarta - Polisi akan segera mengambil langkah konkret menyikapi instruksi Presiden SBY untuk mengusut rekaman yang mencatut nama presiden dalam dugaan kasus rekayasa pada 2 pimpinan KPK.

Langkah konkret akan dilakukan polri agar penegakan hukum tidak menjadi bias. Seperti apa langkah konkret itu, Polri akan membeberkannya dalam jumpa pers pukul 11.00 WIB atau 12.00 WIB di Mabes Polri.

"Itu langsung oleh Pak Wakabareskrim (Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansur dan Pak Nanan (Kadivhumas Mabes Polri), pokoknya langkah jelas," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Hal itu disampaikan Kapolri usai pembukaan National Summit di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2009).

Apa Kapolri akan memanggil pihak terkait seperti Wakil Jaksa Agung AH Ritonga, Anggodo Widjojo, dan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji? "Pokoknya langkah konkret," elak Kapolri.

Kapolri juga menolak menjawab apakah Polri telah mempunyai rekaman atau meminta rekaman dugaan rekayasa pada KPK. "Nanti siang saja," tutup mantan Kabareskrim Polri ini.

Pada Rabu 28 Oktober, SBY meminta agar rekaman 'pembunuhan KPK' yang mencatut namanya diusut. "Presiden minta diusut dengan tuntas karena ini masalah serius," kata Juru Bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal.

Setidaknya nama SBY dicatut 3 hingga 4 kali dalam transkrip rekaman yang beredar. Antara lain bertuliskan:

"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.

Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien. (nik/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads