"Jangan tanya itu di sini," kata Hendarman saat dicegat wartawanm usai mengikuti National Summit, Kamis (29/10/2009).
Meski terus dicecar pertanyaan, pria berkacamata ini bergeming. "Nanti ngomongnya di luar saja," kata Hendarman sambil terus berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu 28 Oktober, SBY meminta agar rekaman 'pembunuhan KPK' yang mencatut namanya diusut. "Presiden minta diusut dengan tuntas karena ini masalah serius," kata Juru Bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal.
Setidaknya nama SBY dicatut 3 hingga 4 kali dalam transkrip rekaman yang beredar. Antara lain bertuliskan:
"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.
Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien.
(anw/nrl)











































