SBY dalam pidatonya di pembukaan National Summit di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2009), memang menggunakan alat bantu LCD proyektor yang ditayangkan melalui 3 layar besar.
Nah, saat asyik menerangkan tentang strategi pembangunan sambil menunjuk ke layar, tampilan yang dikehendaki SBY ternyata tidak berganti.
SBY sadar jika juru layar yang bertugas mengganti gambar tidak tanggap. SBY pun cepat-cepat menegur juru layar itu.
"Juru layar kok ngelamun," tegur SBY sambil menunjuk juru layar itu.
Juru layar tergagap ditegur oleh SBY.
"Nah, ngelamun to! Mungkin memikirkan suara apa itu tadi," imbuh SBY lagi menyitir kegaduhan yang sempat mengganggu pidatonya.
Mendengar teguran itu sontak tawa hadirin pun pecah. Setelah juru layar mengganti tampilan, SBY pun melanjuti pidatonya.
(Rez/nrl)











































