Rencana penutupan KPK ini terangkum dalam percakapan seorang wanita dengan adik buron KPK Anggoro Widjojo, Anggodo. Sang wanita menghubungi Anggodo pada 6 Agustus 2009 pukul 20.00 WIB.
Isi percakapan, selain mencatut nama Presiden SBY, juga menyebut nama Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga. Berikut percakapan itu:
Female (Fem) : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok. Ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau nggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti nggak?
Male (Anggodo) : Siapa?
Fem : Kita semua. Pak Ritonga pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup, ngerti nggak?
Male : Iya, iya.
Fem : Udah pokoknya jangan khawatir, ini urusan bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Benar Pak Ritonga itu loj, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga di anu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia anu pak, janji to. Gitu lo, kok dia yang nyeleweng. Nggak berani dia...
Tekait percakapan ini, kubu Anggodo, melalui pengacaranya Bonaran Situmeang menyebut bila penyebutan nama SBY hanya sebagai guyonan. Sedang pihak istana, melalu juru bicara kepresidenan, Dino Patti Djalal menegaskan bahwa nama SBY dicatut. Presiden juga meminta pengusutan.
Sedang Ritonga menanggapi ini biasa-biasa saja. Dia merasa dizalimi dan tidak akan mempersoalkan. (ndr/iy)











































