"Kalau itu guyonan lebih berbahaya. Kalau Anggodo guyon seperti itu harus diperiksa. Ada apa sebenarnya," ujar peneliti ICW Febri Diansyah kepada detikcom, Rabu (29/10/2009).
Menurut Febri, SBY tidak bisa hanya membantah melalui jubir kepresidenan Dino Patti Djalal. SBY diminta untuk membentuk tim independen yang bertugas mengusut tuntas kasus kriminalisasi KPK dengan semua yang terlibat di dalamnya.
"Tim independen bisa dari kepolisian. Purnawirawan yang bersih dan mempunyai kemampuan," jelas Febri.
Transkrip rekaman yang mencatut nama SBY berbunyi:
"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.
Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien.
Presiden SBY telah menyangkal terlibat dalam kasus tersebut dan meminta agar rekaman itu diusut tuntas.
(rdf/nrl)











































