"Jika ada kapal perang di sekeliling kita, kami akan menembak turis Inggris ini. Mereka sudah tua dan kami akan mengurus mereka, hanya jika kami tidak diserang," ancam seorang pembajak, Hassan di pesisir kota Haradheere seperti diberitakan Reuters, Rabu (28/10/2009)
Kedua warga Inggris tersebut, Paul dan Rachel Chandler yang berusia 50 tahun meninggalkan Seychelles dengan kapal pesiar mereka yang berukuran panjang 38 kaki. Namun, di tengah perjalanan mereka menuju pantai timur Afrika pada 22 Oktober lalu, mereka ditahan oleh kelompok bajak laut tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pengurus gereja di Hobyo ingin pasangan tersebut dibebaskan tanpa syarat. Namun karena kapal mereka tidak juga datang, kami menunggu untuk melihat apa yang dilakukan para bajak laut, atau membuat tawaran penebusan," kata Mwangura.
(mei/rdf)











































