"Pertama kita dalami kasus ini dengan tim pengamanan, karena ada kemungkinan terjadinya sindikat dalam kasus kejahatan terhadap jamaah kita. Kedua, bekerjasama dengan kepolisian Madinah, agar tindak kriminalitas terhadap jamaah bisa diantisipasi," ujar Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Cepi Supriyatna kepada wartawan di Madinah, Rabu (28/10/2009).
Menurut Cepi, aksi pemerasan dan kriminal ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Madinah. Di Mekah juga sering terjadi kasus perjokian untuk mencium Hajar Aswad di Ka'bah Masjidil Haram. "Dan itu dilakukan oleh orang-orangย kita sendiri (WNI)," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindak kriminal berupa perampasan kerap terjadi pada jamaah Indonesia. Aksi perampasan itu sering terjadi di toilet atau tempat wudhu di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.
Turgiyanto Maskur Kasiban, jamaah asal embarkasi Solo sempat menjadi korban perampasan. Saat itu, uang living cost sebesar Saudi Riyal (SR) 1.500 dan uang tunai Rp. 750.000 serta dokumen penting lainnya dibawa kabur pelaku.
(zal/mei)










































