Antisipasi Kriminalitas Jamaah Haji, Daker Madinah Kerjasama dengan Polisi

Antisipasi Kriminalitas Jamaah Haji, Daker Madinah Kerjasama dengan Polisi

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 23:42 WIB
Antisipasi Kriminalitas Jamaah Haji, Daker Madinah Kerjasama dengan Polisi
Madinah - Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Madinah melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian Madinah. Kerjasama ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminal terhadap para jamaah calon haji asal Indonesia.

"Pertama kita dalami kasus ini dengan tim pengamanan, karena ada kemungkinan terjadinya sindikat dalam kasus kejahatan terhadap jamaah kita. Kedua, bekerjasama dengan kepolisian Madinah, agar tindak kriminalitas terhadap jamaah bisa diantisipasi," ujar Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Cepi Supriyatna kepada wartawan di Madinah, Rabu (28/10/2009).

Menurut Cepi, aksi pemerasan dan kriminal ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Madinah. Di Mekah juga sering terjadi kasus perjokian untuk mencium Hajar Aswad di Ka'bah Masjidil Haram. "Dan itu dilakukan oleh orang-orangย  kita sendiri (WNI)," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, lanjut Cepi, pihaknya berharap agar jamaah tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenalnya dan tidak berpergian sendiri. Para jamaah dihimbau agar membawa uang secukupnya dan tidak menggunakan perhiasan yang mencolok.

Tindak kriminal berupa perampasan kerap terjadi pada jamaah Indonesia. Aksi perampasan itu sering terjadi di toilet atau tempat wudhu di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.

Turgiyanto Maskur Kasiban, jamaah asal embarkasi Solo sempat menjadi korban perampasan. Saat itu, uang living cost sebesar Saudi Riyal (SR) 1.500 dan uang tunai Rp. 750.000 serta dokumen penting lainnya dibawa kabur pelaku.

(zal/mei)


Berita Terkait